Rabu, 21 Januari 2015
Sipir Lapas Cirebon Kepergok Pesta Sabu di Hotel Rabu, 21 Januari 2015 - 14:39 wib
OKEZONE.COM
BANDUNG - Anggota Unit I Subdit III Ditres Narkoba Polda Jabar menangkap dua orang yang tengah menggelar pesta sabu-sabu di sebuah kamar Hotel Permata Jamrud, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.
Dirres Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Ermi Widyatno, mengatakan, satu diantara pelaku yang bernama Dea Rosady (27) berprofesi sebagai sipir Lapas Kelas I Kesambi Cirebon. Sementara satu lainnya bernama Iwan Kusumo yang berperan sebagai penyokong dana untuk pesta sabu.
Saat dilakukan penggerebekan yang dipimpin oleh Kasubdit III, AKBP Yoslan, keduanya terbukti baru saja menggunakan narkoba jenis sabu-sabu dan ditemukan barang bukti satu paket sabu dan 5 butir pil ekstasi.
"Penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat yang menduga adanya pesta sabu di hotel tersebut. Dan setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata benar ada dua orang yang baru saja memakai sabu-sabu," bebernya, Rabu (21/1/2015).
Saat dilakukan pengembangan di tempat kost Dea, polisi mendapatkan barang bukti lain berupa 15 butir pil ekstasi yang tersimpan di dalam tas yang tergantung dekat lemari baju.
"Dari pengakuan tersangka Dea yang merupakan petugas Sipir Lapas Kesambi itu, ekstasi miliknya itu didapat dari seseorang berinsial D. Dan kita pun menetapkan daftar pencarian orang terhadap D," jelasnya.
Ditempat yang sama, Dea yang telah menjadi sipir selama tujuh tahun terakhir ini mengaku hanya sebagai pemakai. Menurutnya sabu dan ekstasi tersebut dibelinya dari D di Jakarta.
"Saya pesen ke D yang di Jakarta dan barangnya diantar ke Cirebon. Saya kenal sama D karena dia pernah besuk ke lapas tempat saya kerja," katanya.
Meski barang bukti cukup banyak, namun Dea mengaku jika sabu dan ekstasi tersebut bukan untuk diedarkan melainkan untuk dipakai.
"Itu sabu dan ekstasi saya beli buat pakai sendiri bukan buat dijual lagi. Saya sudah dua kali beli dari D," bebernya.
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.
(crl)
Jumat, 16 Januari 2015
Harga bensin Rp 6.600, Ahok minta tarif angkot diturunkan
MERDEKA.COM » JAKARTA
Jumat, 16 Januari 2015 18:19:52
Reporter : Fikri Faqih
Merdeka.com - Setelah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu tidak sampai sebulan kembali menurunkan dari Rp 8.500 ke Rp 7.500. Selang beberapa hari, kembali diturunkan dari Rp 7.500 ke Rp 6.600.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan keputusan itu seharusnya tarif angkutan umum juga menyesuaikan dengan harga BBM. Saat BBM naik maka tarif naik, begitupun sekarang, seharusnya pihak Organda segera merilis tarif baru.
"Harusnya kalau disesuaikan itu turun. Kami gak tahu itungannya gimana? Organda gitu naik mau turun gak mau. Kalau kami lebih suka bikin komponen tadi, komponen yang dibayar rupiah per kilometer," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/1).
Sebab dengan penurunan ini, lanjutnya, biaya komponen sparepart dan BBM, dapat segera dilakukan penyesuaian. Sehingga rakyat warga Jakarta tidak bingung.
"Karena disebutkan minyak berapa, sopir berapa jadi jelas. Kalau ini naik efeknya berapa, sparepart naik efeknya berapa," terangnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta telah mengutus Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memediasi masalah tarif dengan Organda. Namun sampai saat ini, Ahok mengatakan, belum mendapatkan laporan dari mereka.
"Dia lagi urus, pasti nanti dilaporin. Kan Sk-nya dari saya," tutupnya.
(mdk/lia)
Sabtu, 03 Januari 2015
POWERSLAVES BAND
POWER SLAVES
Biografi :
Personal
Cikal bakal Powerslaves adalah band festival kampus di Semarang yang digawangi Anwar Fatahillah Dan Randy pada tahun 1990. Kemudian masuklah Widi sebagai Drummer dan Heydi Ibrahim sebagai vocalis yang saat itu baru pulang dari negeri Belanda.
Perjalanan berikutnya Powerslaves dengan formasi Anwar Fatahillah, Randy, Heydi Ibrahim, Widi dan Bambang Kolem mencari keyboardist untuk mengikuti festival-festival diantaranya Yamaha Music hingga masuklah Wiwik Sudarno sebagai Keyboardist yang juga merupakan adik dari Widi sang drummer.
Karir
Mulai Rekaman
Pada Tahun 1992 Powerslaves mengikuti Festival Yamaha music quest dan mulai menuai prestasi dengan masuk ke final, dengan lagu Find Our Love again, disisi lain Randy sang gitarist hengkang dan di gantikan Andry Franzzy dari Jogjakarta, sejak saat itu mulai terbuka kesempatan untuk rekaman, hingga memutuskan hijrah ke Jakarta tahun 1993.
Metal Kecil
Setelah hijrah ke Jakarta Bambang Kolem hengkang hingga formasi Powerslaves adalah Anwar Fatahillah (Bas), Heydi Ibrahim (Vocal), Widi (Drum), Wiwik (Keyboard) dan Andry Franzzy (Gitar). Formasi ini yang kemudian masuk ke dapur rekaman hingga rilis album pertama tahun 1994. Album metal kecil dengan hits lagu Impian, dan beberapa lagu yang hingga saat ini menjadi legenda bagi slavers seperti Metal Kecil dan Find Our Love Again.
Metal Kartun
Pada Tahun 1996 Powerslaves merilis album ke-2 Metal kartun yang berisi lagu- lagu antara lain Sisa, Metal Kartun, Untuk Apa, Wayang Wong, Insiden Mie dan lain-lain, namun mulai timbul perpecahan ditandai dengan hengkangnya Wiwik Sudarno pada tahun itu juga disusul Widi. Sebagai pengganti pada posisi drum masuklah Fafa Ahmad.
Kereta Rock N Roll
Pada Tahun 1998 Powerslaves merilis album ke-3, Kereta Rock n roll, dengan beberapa lagu hit antara kereta rock n roll, ke rock an, dll. Formasi pada album ini Anwar Fatahillah (Bass), Heydi Ibrahim ( Vocal ), Andry Franzzy (Gitar), Fafa Ahmad (Drum) dan Edot (additional Keyboard).
Powerslaves 2001
Setelah album ke 3 Powerslaves menjalani tour panjang, diantaranya Pesta Damai Rame-Rame bersama Slank Dan Rif, hingga pada tahun 2001 di rilis album ke-4 Powerslaves dengan lagu antara lain Matahari, Father n son, Jika kau Mengerti, dan lain-lain. pada album ini formasi Powerslaves adalah Anwar Fatahillah (bass), Heydi Ibrahim (Vocal), Andry Franzzy (Gitar) dan Edot (Keyboard), Fafa Ahmad mengundurkan diri dan diisi oleh drummer Additional antara lain Rere dan Agung Yudha.
Gak Bakal Mati
Tahun 2002 dan 2003 rasa lelah dan kejenuhan menjalani tour Panjang serta berbagai permasalahan yang timbul Andry Franzzy Hengkang dari Powerslaves disusul Heydi Ibrahim yang kembali menekuni Seni lukis, Anwar Fatahillah meneruskan bendera Powerslaves dan rilis album ke 5 Gak Bakal mati pd tahun 2004 dgn formasi Njet Flowers (Vocal), Anwar Fatahillah (Bass), DD Crow (Gitar) dan Agung Yudha (Drum), hit nya antara lain Batere, Gak Bakal Mati.
Rentang waktu 2005 sd 2008 selama tour Powerslaves dibantu Acho Jibrani sebagai additonal Gitar yg kemudian menjadi Personil Tetap, hubungan dekat antara Anwar fatahillah dan Heydi Ibrahim dan komunikasi yang terus berjalan akhirnya membuahkan ide membuat album solo Heydi Ibrahim, pertemuan Anwar, Acho Jibrani dan Heydi Ibrahim yangg akhirnya mengembalikan Heydi Ibrahim utk PULANG ke rumah nya POWERSLAVES tahun 2008.
Jangan Kau Mati
Pada tahun 2010 Powerslaves mempersiapkan album ke 6, pada saat itulah terjadi pertemuan antara slavers militan dan personil Powerslaves yang kemudian timbul ide untuk membentuk sebuah management atau badan yg kemudian diberi nama KERETA ROCK N ROLL dan resmi berdiri pada bulan Oktober 2010. Pada tanggal 11 Desember 2010 Powerslaves merilis album ke-6 Jangan Kau Mati, dan pada persiapan acara launching terjadi pertemuan dengan Wiwik Sudarno dan membuatnya PULANG kembali ke Powerslaves. Pada saat ini Formasi Powerslaves: Heydi Ibrahim, Anwar Fatahillah (Bass), Acho Jibrani (Gitar) dan Wiwik Sudarno (Keyboard )
New Single berjudul Indonesia
Pada ultah ke 20 Powerslaves bulan april 2011, Powerslaves merilis single berjudul Indonesia, sebuah lagu yang dipersembahkan untuk Bangsa Indonesia. Lagu yang liriknya doa dan harapan untuk negara ini.
Dilangsir dari beberapa informasi yang sama
Selasa, 30 Desember 2014
Pesawat AirAsia ada 'di dasar laut'
Pesawat AirAsia QZ 8501 kemungkinan berada di dasar laut, kata kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo.
Bambang Soelistyo mengatakan hipotesis tersebut didasarkan pada koordinat pesawat ketika hilang kontak.
"Berdasarkan koordinasi yang kita miliki dan evaluasi, maka perkiraan pesawat mengalami kecelakaan di laut, hipotesisnya adalah pesawat berada di dasar laut," kata Bambang Soelistyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12).
Pencarian dilanjutkan untuk pesawat tersebut satu hari setelah pesawat Airbus A320-200 itu hilang dengan 162 orang di dalamnya, tetapi hingga Senin sore tidak ada jejak yang ditemukan.
Pesawat tersebut hilang dari pantauan radar ketika dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura.
Kerabat penumpang yang sedih dan terpukul menunggu kabar di Bandara Juanda Surabaya, seperti dilaporkan tim peliputan BBC di lokasi.
Pencarian pesawat yang difokuskan di dekat Pulau Belitung itu, dihentikan pada Minggu (28/12) malam.
Meski sejumlah kapal terus melakukan pencarian sepanjang malam, pesawat dan kapal pencari utama yang berasal dari beberapa negara, baru melanjutkan upaya penyisiran langit dan laut pada Senin (29/12) pagi.
penumpang
Keluarga para penumpang tetap menunggu di Bandara Juanda, Surabaya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Hadi Tjahjanto, mengatakan pencarian difokuskan di lokasi yang menunjukkan tumpahan minyak.
Tetapi belum bisa dikonfirmasi apakah tumpahan minyak itu berasal dari pesawat yang hilang.
Sementara itu, kantor berita Associated Press mengutip keterangan seorang pejabat Indonesia yang mengatakan bahwa ada objek terlihat di laut dekat Pulau Nangka oleh pesawat pencari Australia.
Lagi-lagi, tidak jelas apakah objek itu berasal dari pesawat AirAsia QZ 8501 atau bukan.
Soelistyo mengatakan Indonesia mengerahkan 12 kapal, tiga helikopter dan lima pesawat militer.
Malaysia akan mengerahkan sebuah pesawat C-130 dan tiga kapal, sedangkan Singapura meminjamkan sebuah C-130 dan Australia juga memberikan bantuan.
Saham AirAsia jatuh 7% di perdagangan pagi hari ini di Kuala Lumpur.
BBC
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)













.jpg)


%2BAini_Xx_%2B856.jpg)
%2BAini_Xx_%2Bbgf.jpg)
%2BAini_Xx_%2Bbnh.jpg)


















